Kisah Kasih Sinta (4)

Beda usia tidak lagi menghalang. Tanpa hilang bahagia remaja, Sinta makin manja. Sinta yang lebih berumur makin mengerti. Sesuaikan diri susah awalnya. Namun lama-lama nikmatnya terasa. Wajahnya makin segar seawet kisah kasih mereka.

Senja itu Eusin yang lelah kerja seharian diajak jalan. Kekasihnya yang lebih berumur tetap manja juga. Dikira mengganti kakak perempuan yang telah tiada, ia malah berubah jadi adik nona.

Sudah biasa, kalau jalan pasti makan, minum. Tidak lupa air kemasan walau hanya sebotol. Pulang pun bawa apa-apa sedikit. Biar tidak terkesan hanya jalan-jalan dengan kekasih yang baru.

Untunglah mobil sewaan dua ratus lima puluh ribu per hari semakin banyak di kota kecil ini. Harga di kota yang dulunya sepi. Ada uang boleh jalan sesuka hati.

Benar kata orang cinta butuh pengorbanan. Semuanya terbayar lunas hanya dengan hati yang benar-benar mengasihi dengan tulus dan jujur. Inilah impian Eusin, tidak ingin disaingi donatur lain.