Sadi, ZT:
Membiasakan penggunaan Information and Communication Technology (ICT), siswa-siswi Kelas XII SMA Negeri 2 Tasifeto Timur di Sadi, Belu, Timor, NTT menggunakan handphone saat ujian akhir sekolah (UAS).
Beberapa siswa yang tidak memiliki handphone mendapat kemudahan menggunakan tablet bantuan pemerintah yang diterima sekolah itu sejak 2022.
Wakasek Kurikulum, Selestina Buik, S. Pd. Gr mengatakan, hal ini ditempuh mengingat maraknya penggunaan media elektronik dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk seleksi menjadi ASN.
“Kami rasakan pentingnya para siswa dibiasakan menggunakan ICT dalam ujian. Soalnya sekarang ini pemerintah juga menggunakan sistim ini dalam seleksi menjadi pegawai negeri sipil. Dengan menggunakan cara ini siswa kami sudah mulai terbiasa,” ungkapnya memberi alasan.
Total jumlah peserta UAS tahun ini 27 siswa. Mereka juga bangga mengikuti ujian dengan sistim ini.
Fariska Dahu, siswi Kelas XII MIPA mengatakan, “Kami sudah mulai menggunakan Hp untuk ujian. Nanti kalau ada tes lain menggunakan aplikasi begini, kami sudah terbiasa.”
Koordinator Ujian Berbasis Android, Floralinda Tahan Atok, S. Pd. Gr juga membeberkan kelebihan menggunakan handphone dibanding ujian menggunakan kertas dan pencil.
“Dengan hp guru-guru tidak perlu memeriksa lembar jawaban, karena aplikasi ini akan menampilkan hasil ujian yang langsung dapat diunduh. Juga bisa menghemat biaya pembelian kertas,” katanya kepada media ini.
Sesuai jadwal ujian akhir sekolah ini berlangsung selama 5 hari ini, 9 – 15 April 2025.









Leave a Reply